Langsung ke konten utama

Jumlah Startup di Indonesia Terbesar di ASEAN


startup


Startup adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti sebuah bisnis yang baru berkembang. Menurut Wikipedia, startup adalah merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.

Istilah startup sendiri mulai popular secara internasional pada masa buble dot-com. Fenomena buble dot-com adalah ketika pada periode (1998-2000) banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Namun di Indonesia pertumbuhan startup baru mengalami pertumbuhan pesat di tahun 2015.

Pada masa itu perusahaan sedang gencar membuka website pribadinya. Makin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, Startup lahir dan berkembang.

Ciri-ciri startup:


1. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
2. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
3. Pendapatan kurang dari $100.000/tahun
4. Masih dalam tahap berkembang
5. Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
6. Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
7. Biasanya beroperasi melalui website

Perkembangan Startup di Indonesia


Menurut Erik Meijer (Presiden Direktur Telkomtelstra), berkembangnya digitalisasi perekonomian menjadikan Indonesia sebagai pasar yang dinamis, khususnya dengan pertumbuhan startup berbasis teknologi dalam negeri yang terus berkembang dari sisi sektor bisnis maupun jumlah. Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya pada tahun 2016, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah startup tertinggi dengan jumlah sekitar dua ribu startup.

Pertumbuhan startup ini juga diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2020 sampai dengan  6,5 kali lipat yaitu sekitar 13000 startup (CHGR, 2016). Pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi negara kita yang kian menguat, serta membuktikan ketersediaan teknologi yang terus berkembang untuk mendukung pertumbuhan industri ini.

Erik juga menambahkan, para investor global mulai melirik Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi digital yang tinggi. Berdasarkan laporan investasi dari Tech in Asia, pada kuartal II-2016, terdapat investasi senilai Rp 2,09 triliun kepada 28 startup di Indonesia.

Oleh karena itu bagi Anda yang saat ini ingin membuka wirausaha sendiri, ada baiknya Anda mengambil kesempatan emas ini dengan membuka sebuah startup baru.

Dalam mendirikan startup hal yang paling utama adalah sebuah tim yang solid, karena adanya tim solid dapat memunculkan ide baru yang kreatif dan inovatif. Dengan ide dan eksekusi yang tepat, tentunya para founder tidak akan kesulitan menarik minat masyarakat maupun mencari investor.

Fakta Pendiri Startup


Seperti yang dikutip di majalah Forbes, hasil riset Perusahaan Capital First Round terhadap 300 perusahaan dan 600 pendirinya menyebutkan bahwa perusahaan yang setidaknya memiliki satu pendirinya perempuan cenderung memiliki kinerja 63 persen lebih baik dibandingkan perusahaan yang semua pendirinya pria. Beberapa startup populer di Indonsia seperti GoJek, HijUp, dan Berry Kitchen memiliki pemimpin perempuan dalam timnya.

Hasil riset First Round Capital juga menyebutkan bahwa pendiri startup yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, Microsoft ataupun Facebook cenderung memiliki kesempatan 160% lebih sukses dibandingkan startup lainnya.

Latar belakang pendidikan founder juga ikut mempengaruhi perkembangan perusahaan. Sebuah startup yang memiliki founder dengan latar belakang universitas ternama dan terbaik cenderung memiliki performa 220 % lebih baik dibandingkan startup yang tidak memiliki salah satu founder lulusan universitas terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya dengan Cara Ini WNA Bisa Beli Apartemen di Indonesia

Seperti yang kita tau, pembangunan apartemen terus menjamur tak hanya di pusat kota, namun juga merebak hingga ke kawasan-kawasan penyangga. Kondisi ini pun dimanfaatkan oleh para investor untuk “memperkaya” diri, mengingat nilai properti yang tidak pernah turun dan tak terpengaruh inflasi. Bukan hanya investor lokal saja yang ingin berinvestasi apartemen di Indonesia, warga negara asing (WNA) pun banyak yang tertarik untuk menjalankan kegiatan bisnis ini. Sayangnya, WNA tidak memiliki keleluasaan untuk memiliki properti di Indonesia. Sebenarnya pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 103/2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang berkedudukan di Indonesia. Meski begitu, tetap ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar mereka bisa memiliki hunian di Indonesia. Memiliki Kitas Pertama, berdasarkan PP No. 103 pasal 2 ayat 2, WNA diperbolehkan membeli properti di Indonesia jika ia memiliki KITAS (Kartu Izin Tingga...

Cuma Orang Kaya & Ekspatriat yang Bisa Beli Apartemen. Benarkah?

Banyak yang mengatakan kalau apartemen hanya diperuntukan kepada kalangan atas dan ekspatriat. Hal ini karena harga dari hunian vertikal ini yang bisa dibilang cukup fantastis. Selain itu, biaya maintenance -nya yang juga cukup tinggi dibanding rumah tapak pun menjadi latar belakang munculnya persepsi ini. Tapi, benarkah begitu? Yuk, cari tahu kebenarannya dengan menyimak penjelasan di bawah ini. Apartemen di Pusat Kota Harganya Mahal Apartemen terkenal dengan harganya yang mahal. Tapi, tahukah Anda bahwa tingginya harga ini disebabkan oleh lokasinya. Apartemen dengan harga fantastis biasanya terletak di kota-kota besar seperti Jakarta. Inilah yang menyebabkan munculnya persepsi bahwa hanya orang kaya dan ekspatriat berpenghasilan tinggi yang mampu membeli apartemen. Pilih Lokasi yang Tepat Fakta lain yang menyebabkan tingginya harga apartemen adalah lokasi. Tentu apartemen di kota besar dibanderol dengan harga lebih tinggi dibanding yang berlokasi di pinggir ...

4 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Pengajuan KPA Disetujui Bank

KPA alias Kredit Pemilikan Apartemen merupakan salah satu fasilitas pembiayaan hunian yang disediakan oleh bank. Fasilitas ini sejatinya bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki hunian, khususnya apartemen. Bank Indonesia menyebutkan bahwa pengguna fasilitas KPA di triwulan IV 2016 meningkat hingga 77,22%. Pencapaian tersebut mendorong pertumbuhan KPA sebesar 1,90% atau senilai Rp 362,84 triliun dibanding kuartal sebelumnya. Dapat kita lihat bahwa pemberian dana kredit untuk hunian oleh bank terus meningkat. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya tidak semua pengajuan KPA disetujui lho. Beberapa orang harus merasakan “pahitnya” ditolak oleh pihak bank. Lalu, bagaimana caranya agar Anda tidak mengalami hal tersebut? Dilansir dari Amethyst Tower, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan agar pengajuan KPA disetujui oleh bank. Dokumen Lengkap Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mengajukan KPA adalah kesiapan dokumen. Beberapa dokume...